SEJARAH KAMPUNG

PROFIL KAMPUNG

  1. Kondisi Kampung

2.1.1    Sejarah Kampung (Legenda)

Kampung Pantan Kemuning awal mulanya adalah tempat berkebun orang-orang tua kita dahulu sekitar tahun 1960, dimana ada sebuah kelompok yang bernama Tgk Sulaiman, Usman Z, Syakubat Ali, Tgk Ahmad, Tgk Puteh berserta Keluarganya pada saat itu.

Pada sekitar tahun 1960 - 1980 Kampung Pantan Kemuning merupakan bagian dari Desa Kampung Timang Gajah, kemudian Kampung Pantan Kemuning terjadi pemekaran dari Kampung Timang Gajah yang dipimpin oleh geucik Amin. Setelah itu Kampung Pantan Kemuning bergabung kembali ke Desa Tunyang geucik Aman Lina. Sekitar tahun 1995 kampung Pantan kemuning pemekaran kembali dari Desa Tunyang

Berdasarkan cerita nama kampung Pantan Kemuning menurut orang tua dulu diambil dari pohon kayu kemuning  yang tumbuh diseputaran kampung Pantan Kemuning , sehingga atas dasar tersebutlah disepakati oleh masyarakat bahwa nama kampung ini adalah Kampung Pantan Kemuning.

Pada mulanya Kampung Pantan Kemuning adalah bagian wilayah dari kecamatan Timang Gajah Kabupaten Aceh Tengah. Namun sekarang Kampung  Pantan Kemuning sudah menjadi salah satu dari 30 Kampung yang ada dikecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, hal  itu disebabkan karena adanya pemekaran wilayah Kabupaten beberapa tahun yang lalu.

 

Sejarah Pemerintahan Kampung

Sistem Pemerintahan Kampung Pantan Kemuning berasarkan pada pola adat/kebudayaan dan peraturan formal yang sudah bersifat umum sejak zaman dahulu, Pemerintahan Kampung dipimpin oleh seorang Kepala Kampung dan dalam susunan pemerintahan kampung terdapat Kepala Dusun.

Imum Mukim memiliki peranan yang cukup kuat dalam tatanan pemerintahan Kampung yaitu sebagai penasehat baik dalam penetapan sebuah kebijakan ditingkat pemerintahan Kampung dan dalam memutuskan sebuah putusan tentang adat.

Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) menjadi bagian lembaga penasihat kampung juga sangat berperan dan berwenang dalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan kampung. Memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh kepala Kampung baik yang terkait masalah adat istiadat, sosial budaya maupun kegiatan kegiatan lain dalam pelaksanaan pembangunan kampung. Imum Menasah berperan mengorganisasikan seluruh kegiatan keagamaan. Dari tahun sebelumnya sampai sekarang tahun 2014 roda pemerintahan dilaksanakan di rumah Kepala Kampung dan dilapangan (ditengah-tengah masyarakat) karena belum ada kantor Kepala Kampung.

 

 

 

 

 

Urutan kepemimpinan pemerintahan Kampung / Kepala Kampung Pantan Kemuning  adalah sebagai berikut:

No

Nama Kepala Kampung

Periode Pemerintahan

1

2

3

4

 

M. Amin                     

Ismail Syam

Sulaiman        

M. Nasir           

 

1980-1985

1999-2005

2005-2010

2010-Sampai sekarang

 

 

 

 

 

 

 

 

           

 

Sejarah Pembangunan Kampung

Sejarah pembangunan Desa Pantan Kemuning dari tahun sebelumnya sampai dengan tahun 2014 hanya berupa pembangunan berskala kampung yang bersumber dari Pemerintah Daerah, PNPM.MP, BKPG dan bantuan-bantuan dari pihak lain yang bersifat tidak mengikat seperti swadaya masyarakat.

Untuk melihat tingkat pembangunan pemerintahan kampung sebelumnya sampai saat sekarang ini dapat dilihat pada tabel berikut ini:

No

Pemerintahan

Pembangunan

Sumber Dana

Keterangan

Kampung

 

 

Tahun

1

Ismail Syam

Rehab Jalan

Provinsi

2001

   

Meunasah

SWADAYA

2001

2

Sulaiman

Sarana Air Bersih

OTSUS

2005

   

MCK

PNPM

2005

 

 

REHAB PUSTU

PEMDA

2006

 

 

ASPAL JALAN

Provinsi

2010

 3

 M. NASIR

RABAT BETON

BKPG

2011

 

 

MCK

BKPG

2012

   

BALAI PERTEMUAN

BKPG

2013

 

 

Kantor Desa

Pemda

2014

   

PEMBUKAAN JALAN

DIN PERTANIAN

2014

   

PEMASANGAN PAVING BLOK

P2KB

2014

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kondisi Geografis dan Demografi

Secara umum keadaan topografi  Kampung Pantan Kemuning berada pada dataran tinggi 9.500 m dari permukaan laut yang terletak dibagian barat Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Letak Kampung tersebut berada didaerah perbukitan dan lembah dengan 1 ruas jalan aspal menujuKecamatan Gajah Putih pemukiman penduduk dikelilingi oleh kebun kopi dan palawija masyarakat kampung Pantan Kemuning dan masyarakat kampung setempat.
 

 

 

 

 

 

2.1.3    Kadaan Sosial Kependudukan

Jumlah Penduduk       : 745 Jiwa

a.      Jumlah Penduduk Berdasarkan Umur

A. Jumlah Kepala Keluarga

 

  • Jumlah Laki-Laki

1.    0 - 12 bulan

2.    > 1 - < 5 tahun

3.    ≥ 5 - < 7 tahun

4.    ≥ 7 - ≤ 15 tahun

5.    > 15 – 56 tahun

6.    > 56 tahun

 

  • Jumlah Perempuan

1.    0 - 12 bulan

2.    > 1 - < 5 tahun

3.    ≥ 5 - < 7 tahun

4.    ≥ 7 - ≤ 15 tahun

5.    > 15 – 56 tahun

6.    > 56 tahun

:

 

:

:

:

:

:

:

:

 

:

:

:

:

:

:

:

190 KK

 

386 orang

5 orang

10 orang

15 orang

40 orang

    276 orang

40 orang

 

359 orang

 5 orang

10 orang

15 orang

30 orang

    275 orang

     34 orang

 

b.      Jumlah Penduduk Berdasarkan Jender (Usia Produktif)

 

  1. Jumlah Penduduk
  2. Jumlah Laki-Laki
  3. Jumlah Perempuan
  4. Jumlah Janda
  5. Jumlah Duda
  6. Jumlah Anak Yatim
  7. Jumlah Fakir Miskin
  8. ≥ 7 - ≤ 15 tahun
  9. > 15 – 56 tahun
  10. > 56 tahun

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

:

745 orang

386 orang

359 orang

 14  orang

  3   orang

  12   orang

 124  orang

70 orang

551 orang

74 orang

 

 

Kondisi sosial masyarakat kampung Pantan Kemuning sangat kental dengan sikap solidaritas sesama, dimana kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan sangat berjalan dan terpelihara, kerja sama dalam membangun kampung juga masih sangat baik. Hal ini terjadi karena adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat antara sesama masyarakat. Dimana agama yang dianut oleh masyarakat adalah agama Islam yang sangat ditekankan untuk saling berkasih sayang, membantu meringankan beban saudaranya, dan dituntut pula untuk membina dan memelihara hubungan ukhuwah islamiah antar sesama. Atas landasan inilah sehingga tumbuhnya motivasi masyarakat untuk saling melakukan interaksi sosial dengan baik.

 

 

 

 

 

 

Hubungan pemerintah dengan masyarakat yang terjalin baik sehingga menjadi kekuatan Kampung Pantan Kemuning dalam mengelola pemerintahan dan kemasyarakatan. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari:

No.

Golongan

Jenis Kegiatan

1

Anak-anak

  • Pergi dan pulang sekolah saling menunggu teman dan masih menunjukkan rasa kekompakan yang tinggi
  • Melakukan pengajian rutinitas anak-anak dalam berbagai tingkatan
  • Bermain dan belajar diluar jam sekolah guna menambah ilmu dan pengetahuan

 

2

Pemuda

  • Gotong Royong
  • Melakukan takziah ke tempat orang yang ditimpa musibah
  • Mengikuti Pengajian bersama Bapak-Bapak
  • Berkunjung ke tempat warga yang sedang sakit
  • Mempunyai persatuan olah raga
  • Bersama-sama pergi untuk membantu warga yang akan mengadakan pesta adat

 

3

Pemudi

  • Melakukan takziah ke tempat orang yang ditimpa musibah
  • Mengikuti Pengajian bersama Ibu-Ibu dan ke Balai Pengajian
  • Berkunjung ke tempat warga yang sedang sakit
  • Bersama-sama pergi untuk membantu warga yang akan mengadakan pesta adat

 

3

Ibu – Ibu

  • Gotong Royong
  • Pengajian Rutin
  • Kelompok Marhaban, Mengikuti Pertemuan Pengajian seperti BKMT
  • Adanya kelompok arisan
  • Takziah ketempat orang yang ditimpa musibah
  • Kegiatan PKK

 

4

Bapak - Bapak

  • Melakukan kegiatan rutinitas gotong royong
  • Bersama-sama melakukan fardhu kifayah apabila ada warga yang meninggal dunia
  • Takziah/wiritan ke tempat orang meninggal
  • Berkunjung ke tempat orang sakit atau musibah
  • Menghadiri rapat dimenasah atau dirumah kepala kampung

 

 

 

 

 

  1. Keadaan Ekonomi Masyarakat Kampung

Mata Pencaharian

Disektor usaha ekonomi produktif, masyarakat Kampung Pantan Kemuning memiliki banyak sektor usaha ekonomi, misalnya usaha ternak, pegawai, petani kopi, petani palawija.

 

 

 

 

Kampung Pantan Kemuning pada tahun 2014 merupakan salah satu dari 30 Kampung yang ada dalam Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah dengan sebahagian besar penduduknya bertani. Namun terkadang masyarakat juga memiliki mata pencaharian ganda, hal ini disebabkan oleh faktor kesempatan bekerja apabila sedang ada peluang bekerja di bidang usaha dagang mereka bersedia menjadi pedagang walaupun dalam skala kecil.

Berikut data jenis mata pencaharian masyarakat Kampung Pantan Kemuning.

 

  1. Sektor Pertanian :

Petani / pekebun

Buruh Tani

  1. Sektor Peternakan :

Peternak Kambing

       Peternak Ayam Kampung/Bebek

       Peternak Sapi/kerbau

  1. Sektor Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga :

Montir

       Tukang Batu

       Tukang Kayu

       Tukang Jahit

  1. Sektor Perdagangan :

       Pengusaha Perdagangan Hasil Bumi

       Buruh Jasa Perdagangan Hasil Bumi

  1. Sektor Jasa :

       Pegawai Negeri Sipil

       Polri

       Bidan

       Dukun

       Guru

       Pensiunan PNS

       Tidak Mempunyai Mata Pencaharian Tetap

       Jasa Penyewaan Peralatan Pesta

 

      130 orang

120 orang

   10   orang

     116 orang

 25  orang

 90  orang

 1 orang

      14 orang

2 orang

6 orang

4 orang

 2 orang

      10 orang

6 orang

4 orang

      10   orang

 

 

 

 

7 orang

  

 

3 orang

 

 

Sosial-Ekonomi (fasilitas, kesejahteraan masyarakat, pengangguran, data industri dan daya serap tenaga kerja, koperasi, LKM, gotong royong, swadaya, keamanan, pelaksanaan syari’at islam, kegiatan seni budaya agama)

Kondisi Sosial-Ekonomi      

Daya Serap Tenaga Kerja

Koperasi

Swadaya

Gotong Royong

Kegiatan Seni, Budaya, Agama

Minimnya daya serap tenaga kerja di desa disebabkan kurangnya sumber daya manusia sehinnga menyebabkan tingginya angka pengangguran

Adanya kelompok SPP namun masih minimnya modal usaha untuk mengembangkan kegiatan kelompok

Kesejahteraan masyarakat mngking masih kurang namun antosias masyarakat untuk berswadaya masih cukup baik

Kegiatan ini menjadi bagian dari rutinitas warga setiap satu minggu sekali

Adanya kelompok pengajian-ibu-ibu dan kelompok pengajian Bapak-Bapak serta ditingkat anak- anak

 

 

 

 

 

 

Pemelikan Ternak

 

Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh Penduduk Kampung Muyang Kute Mangku berjumlah 527 ekor ternak terdiri dari:

Jenis Ternak

Jumlah Pemilik

Jumlah

  1. Ayam Kampung/Bebek
  2. Kerbau/Sapi
  3. Kambing

   90 orang

         1  orang

     25   orang

490 ekor

1  ekor

                    50 ekor

 

Tingkat Kesejahteraan Masyarkat : ( dalam KK/orang )

Kaya

Sedang

Kurang Mampu

2 KK

11 orang

64 KK

362 orang

124 KK

372 orang

           

 

  1. Keadaan Pendidikan Masyarakat

Pendidikan (usia wajib belajar, jumlah pengajar, buta huruf, fasilitas)

  • Tingkat Pendidikan :

Tingkat pendidikan masyarakat Kampung Pantan Kemuning dapat dikatakan masih relatif sedang tidak tinggi dan tidak juga rendah hal ini disebabkan karena selain mata pencaharian penduduk lebih didominasi oleh petani/pekebun yang nota-bene memiliki keterbatasan utnuk membiayai sekolah generasi muda, juga masih relatif lemahnya motipasi generasi muda untuk meningkatkan pendidikannya yang pada dasarnya generasi muda merupakan agen pembangunan masyarakat. Untuk mrningkatkan pendidikan dan terciptanya tenaga-tenaga terampil perlu dukungan perhatian moril maupun materil baik dari pemerintah maupun pihak lain dengan membantu menumbuh-kembangkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan motipasi agen-agen pembangunan masyarakat Kampung Pantan Kemuning.

Berikut merupakan gambaran tentang jenjang pendidikan masyarakat Kampung Pantan Kemuning beserta gambaran tentang sarana dan prasarana yang sudah dibangun.

  1. Jumlah Penduduk Buta Huruf
  2. Jumlah Penduduk Belum Sekolah
  3. Jumlah Penduduk Tidak Tamat SD / MIN
  4. Jumlah Penduduk Tamat SD / MIN
  5. Jumlah Penduduk Tamat SLTP / MTsN
  6. Jumlah Penduduk Tamat SMU / MAN
  7. Jumlah Penduduk Tamat D-2
  8. Jumlah Penduduk Tamat D-3
  9. Jumlah Penduduk Tamat S-1

:

:

:

:

:

:

:

:

:

12 orang

      30 orang

      20 orang

    90 orang

    70 orang

    50 orang

 4  orang

 3  orang

 6 orang

 

  • Prasarana Pendidikan

Taman Kanak-Kanak

Sekolah Dasar / Sederajat

SMP / Sederajat

SMU dan MAN Sederajat

Perguruan Tinggi

Lembaga Pendidikan Agama (TPA)

:

:

:

:

:

:

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  1 Unit

ada/tidak  1 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  4 Unit

 

 

 

 

 

 

  1. Keadaan Kesehatan Masyarakat

Kesehatan (fasilitas, jenis penyakit, tenaga medis, dukun, balita gizi buruk, ibu hamil dan melahirkan, pasangan usia subur, kader kesehatan, Akseptor)

 

Kesehatan Masyarakat :

  • Sarana Prasarana
  1. Rumah Sakit Umum
  2. Puskesmas
  3. Puskesmas Pembantu
  4. Poliklinik
  5. Apotik
  6. Posyandu
  7. Toko Obat
  8. Balai Pengobatan Masyarakat Yayasan / Swasta
  9. Rumah Bersalin
  10. Balai Kesehatan Ibu Dan Anak

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  1 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  1 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

 

  • Tenaga kesehatan
  1. Dukun Bersalin
  2. Bidan
  3. Dukun Pengobatan Alternatif
  4. Keder Kesehatan

    orang

1 orang

   orang

Ada / Tidak

 

  • Jenis penyakit yang sering diderita oleh masyarakat
    • Demam
    • Batuk
    • Influenza
    • Asam Urat
    • Darah Tinggi
    • Gula
  • Tingkat Kesehatan Ibu Hamil dan Melahirkan 1 Tahun Terakhir
    • Jumlah Ibu Hamil 1 Tahun Terakhir  8 orang
    • Jumlah Ibu Melahirkan 1 Tahun Terakhir 8 orang
    • Jumlah Ibu Hamil yang meninggal dunia  Tahun 1 Terakhir  tidak ada
    • Jumlah Ibu melahirkan dan menyusui yang meninggal dunia 1 Terakhir  tidak ada
  • Tingkat Kesehatan Balita
    • Jumlah Balita  20 orang
    • Jumlah Balita Gizi Buruk   orang
    • Jumlah Balita Gizi Buruk yang meninggal dunia 1 Tahun Terakhir  tidak ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kondisi Sarana Prasarana Umum Kampung

 

Kondisi Fisik Sarana Prasarana Umum Kampung (jembatan, jalan, jenis lahan dan peta budidaya, fasilitas umum, irigasi, waduk, sumber listrik, kebersihan, pasar, dll)

Kondisi sarana dan prasarana umum Kampung Pantan Kemuning secara garis besar sebagai berikut :

  • Prasarana dan Sarana Kantor Kepala Kampung
  1. Kantor Kepala Kampung
  2. Kondisi Kantor Kepala Kampung
  3. Balai Musyawarah Kampung
  4. Listrik
  5. Air Bersih
  6. Telepon

:

:

:

:

:

:

ada/tidak

baik/rusak

ada/tidak

ada/tidak

ada/tidak

ada/tidak

 

  • Air yang digunakan oleh masyarakat
  1. Jumlah Keluarga Menggunakan Sumur Gali
  2. Jumlah Keluarga Pelanggan PDAM / Sarana Air Jalur Piva
  3. Jumlah Keluarga Menggunakan Penampung Air Hujan
  4. Jumlah Keluarga Menggunakan Sumur Pompa
  5. Jumlah Keluarga Menggunakan Air Sungai

15   keluarga

120 keluarga

75 keluarga

0  keluarga

5  keluarga

 

  • Kepustakaan dan taman bacaan
  1. Perpustakaan Kampung / Desa
  2. Taman Bacaan Kampung / Desa

:

:

ada/tidak  0 Unit ada/tidak  0 Unit

 

  • Prasarana dan Kondisi Irigasi

1. Panjang Saluran Primer

2. Panjang Saluran Sekunder

3. Panjang Saluran Tersier

4. Jumlah Pintu Pembagi Air

0 meter

0 meter

0 meter

0 meter

 

  • Prasarana Peribadatan

1. Jumlah Mesjid

2. Jumlah Mushola / Surau / Meunasah

1 unit   

5 unit

 

  • Prasarana Olah Raga

1. Lapangan Volly

3 buah

 

 

  • Prasarana dan Sarana Transportasi

Jenis

Volume

Kondisi

  1.  Panjang Jalan Aspal
  2.  Panjang Jalan Tanah
  3.  Panjang Jalan Rabat

7000 meter

16000  meter

800  meter

Baik/rusak

Baik/rusak

Baik/rusak

 

 

 

 

 

 

 

  1. Angkutan Umum
  2. Becak
  3. Ojek

0 unit

0 unit

0 unit

 

  • Prasarana Komunikasi dan Informasi
  1. Telepon Umum
  2. Wartel
  3. Warnet
  4. Sinyal Telepon Selurer / Handphone
  5. Kantor Pos
  6. TV Untuk Umum
  7. Koran / Surat Kabar

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

ada/tidak  0 Unit

Ada/tidak

Ada/tidak

ada/tidak  0 Unit

Ada/tidak

 

  • Prasarana Penerangan

Aliran Listrik PLN

Ada/tidak

 

  • Prasarana dan Sarana Kebersihan
  1. Tempat Pembuangan Sementara (TPS)
  2. Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
  3. Truck / Gerobak Sampah
  4. Tempat Pengelolaan Sampah
  5. WC Umum / MCK

ada/tidak  0 Unit

ada

ada/tidak  0 Unit

Ada/tidak

ada/tidak  3 Unit

 

  1. Kondisi Pemerintahan Kampung

Kampung Pantan Kemuning berjarak ± 7 km dari pusat pemerintahan kecamatan dan ± 4 km dari pusat pemerintahan kemukiman. Luas Wilayah Kampung Pantan Kemuning adalah ± 16.000 KM2 yang terbagi kedalam 5 Dusun yakni Dusun Pintu Angin, Dusun Pantan Kemuning Timur, Dusun Impres, Dusun Manunggal dan Dusun Pintu Rimba  dengan jumlah saat ini adalah mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani atau pekebun kopi, palawija, buruh, pedagang, guru, pekerja bangunan.

Facebook Fans Page